MSG Tak Sekadar Penyedap Rasa

By | Ogos 20, 2013

Assalamualaikum dan salam sejahtera.

ajinomoto

Setiap kali kita nak masak masakan mesti perlukan Aji-No-Moto kan… Saya dulu pernah makan serbuk tu sebab dia sedap sangat (bocor rahsia pulak -_-). Tapi pernah tau kenapa perlu benda ini?

Apa yang terkandung dalam ini?

Mari kita baca entri ini 🙂

MSG Tak Sekadar Penyedap Rasa

RASA adalah hal penting dalam makanan. Untuk meningkatkan citarasa suatu makanan biasanya diperlukan kuah penyedap atau penyedap rasa agar makanan jadi lebih lazat dan sedap. Salah satu kuah sangat popular adalah vetsin atau bahasa kimianya MSG (monosodium glutamate).

Kehadiran MSG ini sudah diakui dapat menyebabkan masakan menjadi lebih enak, lazat, dan sangat disukai oleh lidah kita. Namun kebelakangan ni, para ahli kesihatan menuduh senyawa ini sebagai penyebab timbulnya berbagai masalah kesihatan.

Kenapa MSG disukai? – MSG adalah garam dari L-asam glutamat (GLU) yang merupakan asam amino pembentuk protein yang sangat penting bagi makhluk hidup. Senyawa ini banyak terdapat secara alami di hampir seluruh tubuh makhluk hidup dan makanan seperti keju, susu, daging, serta beberapa sayuran.

Tubuh manusia dan binatang memproduksi sendiri senyawa glutamat untuk kepentingan metabolisme, fungsi otak, dan sebagai sumber tenaga. Untuk berbagai kepentingan tersebut, manusia ibaratnya memiliki lapar berat akan glutamat. Penelitian di Amerika menunjukkan rata-rata orang Amerika sehari mengambil glutamat sekira 11 gram dari bahan alami, 1 gram dari MSG, 30-45 gram dari keju parmesan, dan 50 gram dari produksi tubuh sendiri. Jadi, jika dijumlahkan, maka glutamat yang ada di tubuh hampir 100 gram se hari!

Kerananya, tidaklah mengherankan bila MSG dibubuhkan pada makanan, tubuh menganggapnya sebagai glutamat yang vital bagi metabolisma dan sangat merangsang pencernaan. Hal ini pernah dinyatakan oleh Prof. Bernd Lindmann dari University Homburg yang dalam tulisannya mengatakan, ”… bagi manusia konsume protein merupakan keperluan mutlak untuk menjaga fungsi kehidupan, dan manusia dalam evolusinya mengembangkan kepekaan untuk mengenali rasa protein yang amat penting bagi fungsi kehidupannya, sekaligus menggemarinya”. Dari sini pula kita menjadi tahu mengapa makanan segera (fast food) atau chips kentang yang banyak dibubuh bahan penyedap jauh lebih digemari orang, terutama oleh kanak-kanak.

Apakah MSG berbahaya? – Mungkin kita berfikir, tidak ada masalah jika memakan MSG dalam jumlah besar kerana glutamat secara alami sudah ada dalam tubuh. Selain itu, proses pembuatannyapun alami (secara fermentasi) tidak memakai bahan-bahan kimia berbahaya. Tetapi, beberapa penelitian menyebutkan MSG dapat menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesihatan seperti kegemukan, kerosakan otak, kerosakan sistem syaraf, depresi, sampai kaku. Hal tersebut disebabkan glutamat yang ada dalam makanan segar seperti daging dan beberapa sayuran ada dalam bentuk terikat dengan asam amino lain membentuk protein. Sedangkan glutamat dalam bentuk bebas seperti MSG merupakan senyawa exitotoxin atau beracun.

Yang paling merisaukan adalah pada otak. Mengenai hal itu seorang profesor di Northwestern University Medical School, George E. Shambaugh, Jr., MD menyebutkan, “…ketika sel-sel neuron di otak menerima senyawa ini (MSG-red.), mereka menjadi sangat bergairah dan meningkatkan impulsnya sampai pada tingkat kelelahan yang sangat tinggi. Tetapi, beberapa jam kemudian neuron-neuron tersebut mati seakan-akan mereka bergairah untuk mati”.

Jika banyak sel neuron yang mati, maka fungsi otakpun akan menurun, yang tentunya sangat merbahaya bagi perkembangan otak, terutama anak-anak. Dalam suatu research, anak-anak yang memakan sup mengandung MSG dan minum dengan Nutrasweet (soft drink) darahnya akan mempunyai tingkat excitotoxin (keracunan) 6 kali lebih besar dari excitotoxin yang menghancurkan hypothalamus neuron pada anak tikus. Jadi, menurut Prof. George E. Shambaugh, makin muda anak, makin besar bahaya yang dapat ditimbulkan MSG pada otak.

MSG juga sering dikait-kaitkan dengan masalah Cancer. Dr. Russell Blaylock seorang doktor ahli bedah otak dalam artikel “Health and Nutrition Secrets” menyebutkan, glutamat bebas dan senyawa excitotoxin lainnya (seperti aspartame dalam soft drink) dapat menghasilkan jumlah radikal bebas yang sangat banyak dalam jaringan tubuh. Jika radikal-radikal bebas ini terus-menerus mengauli DNA, maka gen cancer akan teraktif dan menimbulkan cancer. Walaupun di dalam tubuh sudah terdapat enzim yang berfungsi menangkap dan menutralkan radikal bebas tersebut, tetap saja kemungkinan ini akan lebih mudah terjadi bila gen orang tersebut mudah diserang cancer, sistem kekebalan tubuhnya rendah, dan pola hidup tidak sihat.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh tersebut, makanan yang dimakan harus seimbang. Dalam hal ini, untuk meredam radikal bebas yang disebabkan MSG, memakan makanan yang banyak mengandung vitamin C, vitamin E, dan co-enzym Q10 dalam lemak akan sangat membantu. Selain itu, untuk memperkuat rasa, boleh digunakan bahan penyedap lain seperti kicap, santan kelapa, dan kuah tradisional lainnya yang kurang lemak.

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *